Bisnis

Knowledge is Power

Tips Pinjaman dengan Jaminan

Oleh : Bintang Taufik,
Friday, September 3rd, 2010
Tips Pinjaman dengan Jaminan Reviewed by Bintang Taufik on . Tentang Tips Pinjaman dengan Jaminan the

Saat ini bank tidak hanya memberikan pinjaman modal kepada perusahaan melainkan juga perorangan. Ada yang malalui jaminan dan tidak. Contohlah bank pemerintah yang memang di dorong untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat di indonesia seperti BRI, BNI dan Mandiri. Mereka memberikan kesempatan kepada perorangan juga untuk mendapatkan kredit. Jadi jika kamu membutuhkan modal untuk pengembagan usaha kamu, […]

Saat ini bank tidak hanya memberikan pinjaman modal kepada perusahaan melainkan juga perorangan. Ada yang malalui jaminan dan tidak. Contohlah bank pemerintah yang memang di dorong untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat di indonesia seperti BRI, BNI dan Mandiri. Mereka memberikan kesempatan kepada perorangan juga untuk mendapatkan kredit.

Jadi jika kamu membutuhkan modal untuk pengembagan usaha kamu, ada baiknya mulai melakukan permohonan pinjaman melalui Bank. Tentu bintang nggak menjamin setiap permohonan kamu akan diterima. Ada beberapa syarat yang ditentukan oleh pihak bank dalam memberikan modal usaha.

Nih bintang kutip dari Ayu Sari Wulandari, Business Development Group Head divisi Usaha Kecil BNI, sebenarnya jenis usaha tidak dipermasalahkan. Bahkan Industri kreatif pun seperti online marketing dan pengembangan IT bisa kok mendapatkan pinjaman. Tentu donk bank besar seperti BNI, BRI dan mandiri memerlukan jaminan bahwa anda dapat membayarnya. Jadi anda harus mampu meyakinkan pihak bank dengan business plan yang baik.

Business plan yang baik menurut bank bisa seperti kajian perencanaan jangka panjang dan siapa target marketnya. Tegas bu Ayu dalam Seminar Sukses Wirausaha.

Sudah ngertikan apa yang dimaksud oleh Bintang. Jadi jika ingin mendapatkan pinjaman melalui kredit bank, ya wajib memberikan jaminan anda bisa mengembalikan utang beserta bunga-bunganya.

Ini bro 5 kriteria yang biasa dijadikan penilai bank besar seperti BNI, Mandiri dan BRI :

  1. Character : yah namanya juga karakter. jadi disini pihak Bank ingin melihat komitmen anda, bagaimana track record dan bagaimana gaya manajeman anda.
  2. Capital. : Nah ini bukan pinjaman dari bank itu sendiri, melainkan modal pribadi yang juga anda keluarkan untuk pengembangan usaha bro sekalian. Why? Karena tidak mungkin seluruh modal berasal dari bank. Tapi bukan hannya itu saja bro, Bank  juga melihat komposisi kepemilikan modal (seperti pemodal juga menjadi pengurus perusahaan dsb) dan modal aset yg mana terdiri dari dua yaitu tangible asset (tanah, bangunan, mesin, stock, dll.) dan intangible asset(merek, goodwill, nama baik, dll.)
  3. Capacity : Bank juga harus melihat bagaimana tren hasil penjualan, perbandingan biaya dan pendapatan, struktur biaya (fixed cost, variable cost), tenaga kerja, kapasitas produksi, Seperti hal2 itulah yang dapat memberikan jaminan kepada bank
  4. Condition : kalau yang ini semacam kondisi industri sejenis (apakah berisiko kecil, menengah, atau tinggi), perijinan usaha, situasi persaingan (apakah menjadi market leader, market follower, niche market, atau single fighter) prospek usaha, dan ini yang terpenting: apa selling point atau keunikannya (apakah mudah ditiru, atau sulit ditiru, dan sampai kapan berlangsung)
  5. Collateral. Apakah ada jaminan, baik yang bersifat , intangible (personal guaranteecompany guarantee, asuransi kredit, asosiasi/koperasi penjamin, dll.) dan tangible (cash, stock, peralatan, kendaraan, dan yang sifatnya tidak bergerak seperti tanah dan bangunan)

Yup benar sekali jadi Bintang menyarankan sebelum anda pergi ke Bank, Anda harus melihat ke lima hal diatas, Tapi kalau nggak memenuhi semua jaminan diatas. Tidak perlu khawatir, Bank pastinya juga akan memberikan toleransi toh anda akan meminjam sebagai perorangan bukan?

Bagi yang sudah tertarik melakukan pinjaman modal usaha ke bank. Proposal nantinya harus mampu menarik minat bank, buatlah proposal sedetail dan serealistis mungkin, berikut point yang wajin diketahui.

  1. Penjelasan tujuan pengembangan usaha.
  2. Target kenaikan penjualan dan aset yang diharapkan secara rinci.
  3. Faktor-faktor yang dibutuhkan untuk pencapaian target.
  4. Kekuatan, kelemahan, dan peluang yang akan dihadapi dalam pengembangan usaha tersebut.
  5. Jadwal dan target waktu penyelesaian rencana kerja.
  6. Penjelasan pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan usaha tersebut.
  7. . Rencana penggunaan fasilitas kredit, dan jadwal pengembaliannya.

Yup hanya 7 hal diatas untuk membuat proposal business plan yang baik. Dan itu bisa anda lakukan untuk melakukan pinjaman usaha ke bank. Semua bank besar seperti BRI, BNI maupun Mandiri pastinya akan tertarik jika melihat proposal seperti diatas. Tentu saja masih ada syarat2 lain yang biasanya masing bank sudah menentukan seperti.

Seluruh artikel ini di bintang re-write dari artikel kompas yang berjudul http://female.kompas.com/read/xml/2009/04/22/10390884/function.simplexml-load-file, biar nggak dianggap SPAM by google. Eits tunggu dulu, jangan lupa ya gabung di twitter dengan alaman @bisnis atau twitter/bisnis, suapaya bisnis anda menjadi lebih sukses dan lebih sukses lagi

Komentar Lewat Facebook

3 thoughts on “Tips Pinjaman dengan Jaminan

  1. Pingback: Business Plan Proposal

  2. mohon di tulis apa saja persaratan yang harus dipenuhi selenhkap mungkin , supaya pengajuan tidak dipersulit

  3. saya ingin mengajukan pinjaman ntuk penambahan modal usaha, tapi menggunakan sistem kmk atau rekening koran. bagaimana caranya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>